Dumb and Dumber

merasa tidak asing dengan judul di atas?! kalau tidak salah, itu salah satu judul film, mengenai dua orang yang selalu melakukan kebodohan dimana saja dan kapan saja. dan perilaku tokoh ini yang melakukan kebodohan beneran terjadi dalam suatu kesempatan. sebut saja Dumb (si Dodol=D=D1) dan Dumber (si Bodoh=B=D2).

suatu ketika d1 menyapa d2 di dunia maya dan tiba-tiba saja d2 menghubungi d1 yang berada di kampus. ternyata d2 baru selesai berolah raga di sabuga. dan bodohnya d1 yang tidak sadar bahwa hari itu kampus libur sehingga lorong pasti dikunci lebih awal sedangkan waktu sudah mulai petang dan mereka malah nongkrong-nongkrong terlebih dahulu setelah magrib. bodohnya, d2 tidak mau diantar d1, yang sudah ada feeling g beres mengenai lorong. akhirnya mereka sepakat untuk ke sabuga mengambil si hitam. biasanya kalau pulang kemaleman dan lorong sudah dikunci, d1 suka lewat jalan raya, nah kali ini d2 mengajak lewat bawah. d1 beranggapan, oh mungkin bisa lewat jalan samping. sabuga kala itu sepi.

mereka sudah menghampiri ujung pintu masuk, dan ternyata, dikunci. d1 tipe orang cuek dan menawarkan ide dodol bahwa mereka sebaiknya memanjat pagar, tetapi d2 menolak (tipe taat pada peraturan). akhirnya mereka kembali ke atas. mereka dihadapkan kembali pada dua pilihan, lewat jalan raya atau lewat jalan dalam yang sepi dan gelap. d1 berpikir mending lewat jalan raya karena takut dengan makhluk yang bertengger di pohon atau sejenisnya, sedangkan d2 takut akan penjahat. tapi entah mengapa d2 mengajak lewat baksil (udah tau sepi dan gelap, dasar bodoh). feeling d1 sih ada sesuatu dari bunyi kresek-kresek bukan karena makhluk itu tapi ular sehingga berjalan cepat. tapi dengan dodolnya lagi d2 berjalan santai.hhhh

g taunya, emang gada apa-apa sih, cuma gelap dan entah mahluk apa itu. sesampainya di pertokoan yang terang disambut dengan lolongan anjing, mereka selamat. sesampainya di gerbang, gerbang tertutup. d2 heboh dikunci, d1 berpikir untuk manjat (otak maling). di tengah kegelisahan d2, ternyata d1 sadar bahwa gerbang tidak dikunci, akhirnya mereka bisa masuk. horeeee. eits, tapi belum selesai, karena tempat si hitam di gembok (pintu timur) jadilah mereka memutar. dan dodolnya d1 mengira pintu kolam ditutup sehingga mereka harus memutar jauh, sialnya terbuka. d1 bercanda dengan menjitak dan menendang si hitam, namanya juga barang pasti ga pundunglah. begitu jalanmelewati turunan, grek, d2 ga percaya kalau ada apa2 dengan si hitam. meminta d1 untuk naik. g taunya, hitam benar-benar pundung, bocor donk. entah karena pundung, entah karena berat dosa d1, atau karena berat badan d1. niatnya d2 mengantar d1 kembali ke kampus tapi akhirnya d1 naik angkot sedangkan d2 membenarkan si hitam..

ini yang namanya kuadrat kebodohan. jadi teorinya, kalau kita melakukan sesuatu maka kita akan mendapat balasan yang setimpal bahkan kuadrat dan berkali-kali lipat (wijayanti, 2011) (halah). contoh gampangnya pas digigit nyamuk kan bentol tuh dan jadi gatal, kalau digaruk sekali pasti jadi dua kali lipat (kalo 1 dikuadratkan sebanyak apaun kan tetap 1), dan akhirnya berpangkatlah rasa gatal itu. begitu juga dengan kebodohan yang dilakukan d1 yang bertemu d2 sehingga terjadi kebodohan lainnya bertubi-tubi,hehehe, memang mereka pasangan bodoh..

nb: cerita ini hanya fiktif :D

Read Users' Comments (0)

0 Response to "Dumb and Dumber"

Poskan Komentar